Kamis, 18 Oktober 2018

MENGATUR DIRINYA SENDIRI


NAMA : NUR TRI ATIKA
NPM : 15120040

KELAS : 7A

Salah satu hal yang bisa saya dapat dari perkuliahan dengan bapak Moh Aniq KHB S.Pd, M.Hum. dalam perkuliahan Filsafat Pendidikan, salah satu yang akan saya kutip dari materi yang diberikan dalam prolog atau pembuka dalam tatap muka kali ini adalah tentang Mengatur Dirinya Sendiri?
Sejatinya manusia bisa mengatur, tapi belum bisa teratur. Manusia harus pandai-pandai mengolah dirinya sendiri. Manusia bisa mengatur pola makannya, tapi tidak teratur 1 kali sehari, padahal dalam aturan kita makan 3 kali dalam sehari. Kita dapat memilih pilihan kita sendiri, kita bebas memilih menjadi seorang yang merokok atau seorang yang tidak merokok karena itu juga merupakan pilihan kita. Namun jika kita bukan seorang merokok kita tidak boleh mengejek orang yang perokok, karena itu adalah pilihan atau hak mereka yang perokok.
Bahasa Jawa memiliki bahasa yang unik dan memiliki banyak sekali kata di bandingkan bahasa Indonesia. Kita bisa ambil contoh kata “sakit perut” dalam bahasa Indonesia sakit perut merupakan seluruh masalah yang terjadi pada perut. Berbeda dengan bahasa Jawa jika sakit perut orang akan menanyakan apaka itu “ suduk en, begah, mules, masuk angin, dan sebagainya”.
Iblis mempunyai arti “putus asa”. iblis dulunya adalah malaikat, malaikat tertua yang bernama Azazil. Azazil merupakan malaikat yang taat dan patuh kepada Tuhan. Sedangkan iblis itu terbuat dari api sedangkan malaikat diciptakan dari nur (cahaya).  Namun ketika Allah menciptakan Nabi Adam dan ketika Allah menyuruh semua malaikat menyembah Nabi Adam untuk bersujud menyembah Nabi Adam semua malaikat bersujud kepada Nabi Adam kecuali Azazil(iblis). azazil tidak mau menyembah Nabi Adam dengan alasan karena Nabi Adam diciptakan dengan tanah sedangkan Azazil diciptakan dengan api. Sehingga Azazil beranggapan jika kedudukannya lebih tinggi dari pada Nabi Adam yang hanya diciptakan dengan tanah. Saat itulah Azazil di sebut dengan iblis yang tidak mau mengikuti perintah Allah untuk menyembah Nabi Adam, sajak saat itu iblis dikeluarkan dari surga dan iblis juga berjanji akan menggoda keturunan Nabi Adam kecuali orang yang benar-benar bertaqwa dan beriman kepada Allah untuk menemaninya di neraka. Dan orang bisa dianalogikan beralasan apapun yang tidak rasional berarti sedang putus asa.
Kita dapat ambil contoh yaitu MULES. Apakah mules itu penyakit? Mules itu hanya efek, yaitu efek cara memulihkan stamina tubuh melalui cabe, makanan yang pedas, asam dan sebagainya. Setelah dikeluarkan saat mules akan terasa beda/ enak.  Namun Pada saat kita memasak ternyata dengan bumbu yang berdaulat itu termasuk obat, karena di dalam ramuan-ramuan/ rempah-rempah itu jadi satu.
Mengelola diri ini terkaitan dengan pendidikan karakter yang dibatasi hanya batasan formalisme. Wujud kesadaran diri sebagai manusia benar-benar manusia. Kita pasti pernah melihat orang yang sedang membaca shalawat pati akan menggelng-gelengkan kepala, pasti kita akan berpikir kenapa kebanyakan orang melakukan hal tersebut itu dikarenakan orang yang sedang membaca shalawat sangat menikamati, sangking snagat menikmatinya saat membaca shalawat sehingga kepala akan bergelang-geleng mengikuti irama. Seperti halnya kita diberi kopi oleh orang yang kopi itu sangat nikmat saat kita meminumnya kita kan spontan menggelangkan kepala dan berkata “enak eee” nah dari situ kita akan menggelangkan kepala saat membaca shalawat.
            Alasan Ki Hajar Dewantara yaitu sederhana manusia itu TITAH TUHAN artinya asma-asma Tuhan. Tuhan mempunyai sifat kasih sayang/ penyayang, manusia juga dikaruniai sifat kasih sayang namun sifat kasih sayangnya berbeda dengan tuhan. Tuhan juga mempunyai sifat takabur dan sombong, manusia juga dikaruniai sifat sombong tapi tidak bisa menjangkau atau melebihi kesombongan dari Tuhan.
Berbicara tentang ilmu, ilmunya Allah melahirkan atau menciptakan realitas. Allah yang Maha ilmu Allah yang Maha Mengetahui kemudia menciptakan realitas dan seisinya. Kemudian realitas itu di pelajari oleh manusia menjadi ilmu tapi bukan ilmullah(ilmu Allah) ilmu alam yang kita pelajari di fisika. Dan setalah itu manusia menjadi Titahnya Tuhan.

Mengapa ada seseorang dipanggil dengan sebutan “Kyai, Syekh, Teuku, Habib, Ustadz” dan panggilan lainnya, dikarenakan mereka dipanggil berdasarkan tingkatan strata ilmu. Pada zaman dahulu sebutan “Syekh” karena usianya yang sudah tua atau sesepuh dan perlu dihormati oleh orang yang lebih muda. ada juga anak kecil atau anak muda yang dipanggil “Syehk” dikarenakan sudah mampu atau rekaman Al-Quran dimana-mana dan memilkik ilmu agama yang cukup tinggi dibandingkan dengan orang lain. Orang yang diunggulkan bisa disebut Kyai yaitu orang yang biasanya dipanggil dimasyarakat secara sosial. Ustad sama dengan Syekh, biasanya dikampus dipanggil dengan Prof. Kyai memiliki lagu dan ilmu untuk orang yang dikraton dan membaur dengan masyarakat. Gus itu dari putanya Kyai sudah merupka tradisi di pesantren . 



1. Ismaul Amalia (15120007)
2.Devi Endah Prastiwi 15120441
3. Nur tri atika (15120040)
5. Martiya Zulfa Risty (15120039)
7. Dewi Krisdiyanti
9. Dyah Saraswati (15120364) http://dyah15.blogspot.com/?m=1
10. Atik Budiarti 15120010 https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
11. Ibnu Mas'ud (15120218)
12.Fadila Nurfi A (15120322)
13. Khafidzoh Asfihani 15120008
18. Hadiah hana putri 15120471 http://15120481hana.blogspot.com/?m=1




Tidak ada komentar:

Posting Komentar