NAMA : NUR TRI ATIKA
NPM : 15120040
KELAS : 7A
Salah satu hal yang bisa saya dapat dari perkuliahan dengan bapak Moh Aniq KHB S.Pd, M.Hum. dalam perkuliahan Filsafat Pendidikan, salah satu yang akan saya kutip dari materi yang diberikan dalam prolog atau pembuka dalam tatap muka kali ini adalah tentang Mengatur Dirinya Sendiri?
Sejatinya manusia bisa mengatur, tapi belum bisa teratur.
Manusia harus pandai-pandai mengolah dirinya sendiri. Manusia bisa mengatur
pola makannya, tapi tidak teratur 1 kali sehari, padahal dalam aturan kita
makan 3 kali dalam sehari. Kita dapat memilih pilihan kita sendiri, kita bebas
memilih menjadi seorang yang merokok atau seorang yang tidak merokok karena itu
juga merupakan pilihan kita. Namun jika kita bukan seorang merokok kita tidak
boleh mengejek orang yang perokok, karena itu adalah pilihan atau hak mereka
yang perokok.
Bahasa Jawa memiliki bahasa yang unik dan memiliki banyak
sekali kata di bandingkan bahasa Indonesia. Kita bisa ambil contoh kata “sakit perut” dalam bahasa Indonesia
sakit perut merupakan seluruh masalah yang terjadi pada perut. Berbeda dengan
bahasa Jawa jika sakit perut orang akan menanyakan apaka itu “ suduk en, begah, mules, masuk angin, dan
sebagainya”.
Iblis mempunyai arti “putus
asa”. iblis dulunya adalah malaikat, malaikat tertua yang bernama Azazil. Azazil
merupakan malaikat yang taat dan patuh kepada Tuhan. Sedangkan iblis itu
terbuat dari api sedangkan malaikat diciptakan dari nur (cahaya). Namun ketika Allah menciptakan Nabi Adam dan ketika
Allah menyuruh semua malaikat menyembah Nabi Adam untuk bersujud menyembah Nabi
Adam semua malaikat bersujud kepada Nabi Adam kecuali Azazil(iblis). azazil tidak
mau menyembah Nabi Adam dengan alasan karena Nabi Adam diciptakan dengan tanah
sedangkan Azazil diciptakan dengan api. Sehingga Azazil beranggapan jika
kedudukannya lebih tinggi dari pada Nabi Adam yang hanya diciptakan dengan
tanah. Saat itulah Azazil di sebut dengan iblis yang tidak mau mengikuti
perintah Allah untuk menyembah Nabi Adam, sajak saat itu iblis dikeluarkan dari
surga dan iblis juga berjanji akan menggoda keturunan Nabi Adam kecuali orang
yang benar-benar bertaqwa dan beriman kepada Allah untuk menemaninya di neraka.
Dan orang bisa dianalogikan beralasan apapun yang tidak rasional berarti sedang
putus asa.
Kita
dapat ambil contoh yaitu MULES. Apakah mules itu penyakit? Mules itu hanya
efek, yaitu efek cara memulihkan stamina tubuh melalui cabe, makanan yang
pedas, asam dan sebagainya. Setelah dikeluarkan saat mules akan terasa beda/
enak. Namun Pada saat kita memasak
ternyata dengan bumbu yang berdaulat itu termasuk obat, karena di dalam
ramuan-ramuan/ rempah-rempah itu jadi satu.
Mengelola
diri ini terkaitan dengan pendidikan karakter yang dibatasi hanya batasan
formalisme. Wujud kesadaran diri sebagai manusia benar-benar manusia. Kita pasti
pernah melihat orang yang sedang membaca shalawat pati akan menggelng-gelengkan
kepala, pasti kita akan berpikir kenapa kebanyakan orang melakukan hal tersebut
itu dikarenakan orang yang sedang membaca shalawat sangat menikamati, sangking
snagat menikmatinya saat membaca shalawat sehingga kepala akan bergelang-geleng
mengikuti irama. Seperti halnya kita diberi kopi oleh orang yang kopi itu
sangat nikmat saat kita meminumnya kita kan spontan menggelangkan kepala dan
berkata “enak eee” nah dari situ kita akan menggelangkan kepala saat membaca
shalawat.
Alasan Ki Hajar Dewantara yaitu sederhana manusia itu TITAH TUHAN artinya asma-asma Tuhan.
Tuhan mempunyai sifat kasih sayang/ penyayang, manusia juga dikaruniai sifat kasih
sayang namun sifat kasih sayangnya berbeda dengan tuhan. Tuhan juga mempunyai
sifat takabur dan sombong, manusia juga dikaruniai sifat sombong tapi tidak
bisa menjangkau atau melebihi kesombongan dari Tuhan.
Berbicara
tentang ilmu, ilmunya Allah melahirkan atau menciptakan realitas. Allah yang
Maha ilmu Allah yang Maha Mengetahui kemudia menciptakan realitas dan seisinya.
Kemudian realitas itu di pelajari oleh manusia menjadi ilmu tapi bukan
ilmullah(ilmu Allah) ilmu alam yang kita pelajari di fisika. Dan setalah itu
manusia menjadi Titahnya Tuhan.
Mengapa
ada seseorang dipanggil dengan sebutan “Kyai,
Syekh, Teuku, Habib, Ustadz” dan panggilan lainnya, dikarenakan mereka
dipanggil berdasarkan tingkatan strata ilmu. Pada zaman dahulu sebutan “Syekh”
karena usianya yang sudah tua atau sesepuh dan perlu dihormati oleh orang yang
lebih muda. ada juga anak kecil atau anak muda yang dipanggil “Syehk” dikarenakan
sudah mampu atau rekaman Al-Quran dimana-mana dan memilkik ilmu agama yang
cukup tinggi dibandingkan dengan orang lain. Orang yang diunggulkan bisa
disebut Kyai yaitu orang yang biasanya dipanggil dimasyarakat secara sosial. Ustad
sama dengan Syekh, biasanya dikampus dipanggil dengan Prof. Kyai memiliki lagu
dan ilmu untuk orang yang dikraton dan membaur dengan masyarakat. Gus itu dari
putanya Kyai sudah merupka tradisi di pesantren .
1. Ismaul Amalia (15120007)
2.Devi Endah Prastiwi 15120441
3. Nur tri atika (15120040)
4. Meiyani Lutfil Khoiriyah 15120450 https://meiyanilutfilk.blogspot.com/2018/10/mengenali-diri-atau-mengolah-diri.html
5. Martiya Zulfa Risty (15120039)
6. Anisa Rona Soraya 15120447 http://anisaronasoraya3.blogspot.com/2018/10/nama-anisa-rona-soraya-npm-15120447.html?m=1
7. Dewi Krisdiyanti
8. Nailul Fauzziyah (15120405) https://nailulfauzziyah7.blogspot.com/2018/10/manusia-pribadi-yang-dapat-mengatur.html
11. Ibnu Mas'ud (15120218)
12.Fadila Nurfi A (15120322)
13. Khafidzoh Asfihani 15120008
14. Susilo bayu. https://susilobayumustofa.blogspot.com/2018/10/mengenali-diri-sejatinya-manusia-bisa.html?m=1
15. Sukma Rudi Nugroho https://filsafatpendidikansukmarudi.blogspot.com/2018/10/nama-sukma-rudi-nugroho-kelas-7a-npm.html
16. Intan Nur Fatikha Mulya. https://filsafatpendidikanintan.blogspot.com/2018/10/mengelola-diri- sendiri.html
19. Riskha Khoirul Ulya 15120219 https://riskaaakhoirululya.wordpress.com/2018/10/19/mengatur-diri-sendiri//
24. Ahmad Haris Hidayat 15120334 https://filsafatpendidikan15120334.blogspot.com/2018/10/mengenal-diri.html